Obat Diabetes Melitus Alami

Posted by on Dec 25, 2014 in Diabetes, Susu Kolostrum C2Joy, Testimoni |

obat diabetes melitusDiabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat banyak diderita dewasa ini. Disinyalir faktor makanan, lingkungan dan gaya hidup menjadi pemicu hal ini. Banyak kalangan yang berpendapat bahwa diabetes melitus tidak dapat disembuhkan. namun benarkah pendapat tersebut? Lalu bila ada, apakah obat diabetes melitus yang terbaik? Sebelum menjawab hal itu, maka kita perlu mengetahui lebih dahulu mengenai apa itu diabetes melitus itu sendiri.

Diabetes melitus atau diabetes mellitus ( seringkali juga salah ditulis jadi diabetes militus ), adalah sebuah penyakit yang di Indonesia dikenal sebagai penyakit kencing manis. Diabetes melitus adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan gejala berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari penurunan pada sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, transporter glukosa atau kombinasinya.
Insulin sendiri adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah. Insulin juga dibutuhkan untuk mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia.

3 Tipe Diabetes

Terdapat 3 tipe diabetes melitus, yaitu diabetes melitus tipe 1 , 2 dan 3. Diabetes melitus tipe 1, yang dikenal sebagai Insulin-Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) adalah diabetes yang terjadi akibat berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah sebagai dampak hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Diabetes melitus tipe 2 , yang juga disebut Non-Insulin-Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif. Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan kebalikan dari diabetes melitus tipe 1, yang mana terdapat defisiensi insulin mutlak akibat rusaknya sel islet di pankreas.Gejala klasik penyakit diabetes melitus tipe 2 antara lain haus berlebihan, sering berkemih, dan lapar terus-menerus. Diabetes tipe 2 berjumlah 90% dari seluruh kasus diabetes.Disinyalir kegemukan merupakan penyebab utama diabetes tipe 2 pada orang yang secara genetik memiliki kecenderungan penyakit ini. Diabetes tipe 2 pada mulanya bisa diatasi dengan meningkatkan olahraga dan modifikasi diet. Bila kadar glukosa darah tidak turun melalui cara ini, maka diperlukan penanganan lebih lanjut.

Diabetes melitus tipe 3, yang dikenal sebagai diabetes melitus gestasional (GDM) adalah diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan. Diabetes melitus tipe 3 bisa berbahaya bagi kesehatan janin dan ibunya. GDM terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan, bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.

Gejala Diabetes Melitus

Gejala awal diabetes berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang meningkat. Bila kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan mencapai kandung kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka intensitas berkemih akan meningkat. Akibatnya, penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum. Dampak dari minum yang berlebihan justru akan semakin meningkatkan intensitas berkemih, sehingga sejumlah besar kalori akan hilang terbuang bersama air kemih, yang menyebabkan penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan.

Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga.
Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe 1 hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Namun gejala ini tidak dominan pada kasus diabetes tipe 2. Sebagian besar penderita diabetes tipe 2 justru tidak mengalami penurunan berat badan.

Pada penderita diabetes tipe 1, gejala timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula di dalam darah tinggi, namun karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).

Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton.Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.

Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbulah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Namun demikian, ketoasidosis jarang terjadi pada tipe diabetes ini. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Komplikasi

Lama-lama peningkatan kadar gula darah bisa merusak pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.
Terbentuk zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar lemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes. Sirkulasi darah yang buruk melalui pembuluh darah besar dan kecil bisa melukai jantung, otak, tungkai, mata, ginjal, saraf dan kulit dan memperlambat penyembuhan luka.

Karena hal tersebut diatas, maka penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang yang serius. Komplikasi yang sering terjadi adalah serangan jantung dan stroke. Kerusakan pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan (retinopati diabetikum. Kelainan fungsi ginjal menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani dialisa.

Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah. Jika syaraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan. Kerusakan pada syaraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu.

Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.

Susu C2Joy, Obat Diabetes Melitus Alami Yang Ampuh

Penelitian menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah. Kadar gula darah dapat dikontrol dengan pola hidup sehat dan nutrisi yang baik. Bahkan, seperti telah disinggung sebelumnya, obat diabetes tipe 2 terbaik adalah diet atau nutrisi yang baik. Susu c2joy adalah makanan untuk diabetes terbaik, karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk pemulihan diabetes.
Mengapa susu c2joy memiliki khasiat sebagai obat diabetes melitus? Susu c2joy merupakan susu dengan kandungan kolostrum tinggi. salah satu kandungan kolostrum yang disinyalir sangat bermanfaat sebagai obat diabetes adalah IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1). IGF-1 merangsang pembentukan glukosa untuk menjadi energi serta mencegahnya mengendap di dalam tubuh. Hal tersebut merupakan fungsi penting dalam menunda dan mengurangi risiko terjadinya diabetes.

Bukti Nyata Susu C2Joy Efektif Sebagai Obat Diabetes

Apa Yang Dicari Orang Ketika Mengakses Halaman Ini?

poster ulkus DM