Makanan Untuk Penderita Diabetes Mellitus

Makanan Untuk Penderita Diabetes Mellitus

Posted by on Oct 2, 2015 in Tips Sehat |

makanan untuk penderita diabetesDiabetes mellitus atau dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis adalah satu kondisi di mana tubuh tidak mampu menghasilkan insulin ataupun memanfaatkan insulin. Akibat ketidakmampuan ini, gula darah dalam tubuh naik terutama setelah makan makanan karbohidrat. Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur gula darah. Itulah sebabnya ketika tubuh tidak mampu memproduksi atau memanfaatkan insulin kadar gula darah akan meningkat.
Mengapa konsumsi karbohidrat akan menyebabkan kadar gula darah meningkat? Karbohidrat atau hidrat arang sebetulnya memiliki nama lain, yaitu sakarida. Istilah sakarida berasal dari bahasa Yunani sákcharon yang berarti gula. Dinamai seperti itu karena molekul karbohidrat tersusun dari molekul-molekul gula. Molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, seperti glukosa, sukrosa dan fruktosa. Ketika kita memakan karbohidrat, maka zat gula akan dilepas di dalam darah.
Sebetulnya keberadaan zat gula dalam darah sangatlah normal dan bahkan dibutuhkan karena gul adalah sumber energi utama bagi tubuh. Ketika gula darah meningkat di dalam tubuh maka tubuh akan melepas insulin yang membantu sel pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi. Masalahnya pada penderita diabetes tubuh gagal memproduksi atau memanfaatkan insulin ini, sehingga kadar gula dalam darah tidak bisa diserap dengan baik dan menjadi tidak terkendali.
Bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Beberapa jenios makanan bisa dengan cepat meningkatkan kadar gula darah, sementara beberapa makanan lain justru dapat membantu menormalkan kembali kadar gula darah. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang baik untuk penderita diabetes:

Makanan Untuk Penderita Diabetes Mellitus

  • Bayam
    Bayam juga mengandung berbagai senyawa penting seperti lutein, zeaxanthin, dan berbagai flavonoid lainnya. Kandungan lutein pada bayam dapat menormalkan kembali kadar gula yang terdapat dalam tubuh. Sebuah penelitian juga memperlihatkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari satu porsi bayam sehari serta sayuran berdaun hijau lainnya mengalami penurunan risiko hingga 14% dibandingkan mereka yang hanya makan 1/2 porsi per hari. Sebagaimana diketahui, sayuran berdaun hijau mengandung banyak vitamin K serta berbagai mineral yang diperlukan tubuh seperti magnesium, folat, fosfor, potasium, dan seng.
  • Brokoli
    Brokoli merupakan salah satu sayuran yang sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Brokoli diketahui mengandung senyawa sulforaphane yang memiliki kemampuan mengontrol kadar glukosa dalam darah. Selain itu, sulforaphane juga memiliki kemampuan memperbaiki dan melindungi melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan kardiovaskular akibat diabetes. Brokoli juga mengandung kromium yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.
  • Blueberry
    Blueberry merupakan salah satu makanan yang baik untuk penderita diabetes. Kandungan serat alami pada blueberry tergolong cukup tinggi, baik serat tak larut maupun serat tak larut. Serat tak larut bermanfaat mengikat lemak dari tubuh, sedangkan serat larut bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah. Sebuah studi yang dilakukan USDA memperlihatkan bahwa konsumsi dua setengah gelas jus bluberry liar setiap harin selama 12 minggu dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah, mengatasi depresi, dan meningkatkan daya ingat. Bluberry diketahui pula mengandung antosianin, senyawa kimia alami yang mengecilkan sel lemak dan menstimulasi produksi adiponektin, hormon yang mengatur kadar glukosa darah. Meningkatkan kadar adiponektin dapat menjaga kadar gula darah tetap rendah dan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin.
  • Oatmeal
    Konsumsi karbohidrat merupakan salah satu penyebab meningkatnya kadar gula darah. Padahal, makanan berkarbohidrat merupakan salah satu makanan utama kita. Oleh karena itu, pemilihan sumber karbohidrat yang tepat sangatlah penting bagi penderita diabetes. Jenis bahan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks sangat disarankan karena lambat dicerna, sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
    Nasi diketahui merupakan jenis karbohidrat yang kurang baik karena termasuk karbohidrat sederhana. ADA merekomendasikan gandum utuh seperti oatmeal yang diketahui mengandung karbohidrat kompleks dan serat larut tinggi.
    Oatmeal juga memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi yang membantu tubuh memanfaatkan glukosa dan mensekresi insulin dengan baik. Percobaan yang dilakukan selama 8 tahun memperlihatkan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 19 persen pada wanita yang melakukan diet kaya magnesium, dan 31 persen pada wanita yang rajin mengonsumsi gandum utuh.
  • Ikan
    Ikan merupakan makanan yang memiliki kandungan protein tinggi. Selain itu, ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang berkhasiat membersihkan pembuluh darah dan meredakan peradangan. Pada penderita diabetes, peradangan dapat memburuk dengan cepat sehingga memperburuk kondisi tubuh.
    Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan juga membantu mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, terutama stroke. Penyakit stroke merupakan salah satu komplikasi diabetes.
  • Minyak zaitun (olive oil)
    Salah satu penelitian di Spanyol yang diterbitkan di jurnal “Diabetes Care” menunjukkan bahwa diet ala Mediterania yang menyertakan minyak zaitun dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 hingga hampir 50% dibandingkan diet rendah lemak. Diet dengan minyak zaitun mampu mencegah resistensi insulin, penimbunan lemak perut, dan penurunan adiponektin.
    ADA menyarankan agar penderita diabetes menggunakan minyak zaitun untuk menggantikan lemak tak sehat yang berasal dari mentega, margarin, dan lemak babi. Minyak zaitun juga kaya antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta mencegah terjadinya penyakit jantung.
  • Ubi jalar
    Di beberapa wilayah di Indonesia, ubi jalar memang merupakan bahan makanan pokok, meskipun kebanyakan masyarakat Indonesia mempergunakan nasi sebagai sumber karbohidratnya. Kebanyakan orang mungkin akan menertawakan ketika diminta menggantikan nasi dengan ubi jalar, namun sebetulnya ubi jalar jauh lebih baik dibandingkan nasi bagi penderita diabetes karena memiliki indeks glukosa lebih rendah. Ubi jalar disinyalir mampu mengurangi HbA1c sebanyak 0,3 hingga 0,57% dan mempercepat pemrosesan glukosa darah sebanyak 10 hingga 15 poin.
  • Kacang Kenari
    Kacang kenari atau walnut merupakan jenis makanan yang kaya akan asam lemak tak jenuh bernama alfa-linolenik yang berkhasiat menurunkan peradangan. Kacang-kacangan seperti walnut juga kaya akan kandungan serat, L-arginin, omega-3, vitamin E, dan senyawa fitokimia yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikanker, antiviral, dan anti kolesterol tinggi. Hal ini akan mencegah perkembangan kondisi kronis seperti pada penyakit diabetes dan penyakit jantung. Sebuah penelitian dari Yale University yang diterbitkan dalam jurnal “Diabetes Care”, 2009, menunjukkan bahwa konsumsi walnut sebanyak 56 gram selama 8 minggu dapat memberbaiki fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Sebuah penelitian lain dari Australia juga melaporkan bahwa pasien yang mengonsumsi 30 gram walnut dalam satu tahun mengalami penurunan kadar gula darah puasa lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.
  • Kayu manis
    Kayu manis dikenal kaya akan kromium, mineral yang meningkatkan efek insulin. Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal “Diabetes Care” menyebutkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi satu gram kayu manis atau lebih secara rutin setiap hari dapat menurunkan kadar gula puasanya sebesar 30% dibandingkan mereka yang tidak. Kayu manis memiliki khasiat membantu menurunkan kadar trigliserida, LDL, serta total kolesterol hingga 25%. Kayu manis juga mengandung polifenol, antioksidan yang mampu melawan radikal bebas berkhasiat mengurangi peradangan.
  • Kunyit
    Kunyit atau curcuma telah digunakan sejak lama untuk menjaga kesehatan. Orang-orang tua dahulu selalu menyertakan kunyit dalam jamu maupun masakan. Kunyit merupakan bahan makanan yang kaya akan zat aktif curcumin. Curcumin diyakini dapat mengatur metabolisme lemak dalam tubuh. Curcumin bekerja pada sel lemak, sel pankreas, sel ginjal, dan sel otot secara langsung dengan meredakan peradangan dan mencegah nekrosis tumor penyebab kanker. Para ahli meyakini bahwa kombinasi seluruh faktor ini membuat curcumin mampu mengatasi resistensi insulin, kolesterol dan kadar gula darah yang tinggi, serta gejala lain terkait obesitas.
  • Buah-buahan Citrus
    Jenis buah-buahan ini banyak ditemukan di Indonesia. Buah-buahan citrus seperti grapefruit (jeruk bali merah), jeruk, dan lemon diketahui mengandung serat dan vitamin C dalam jumlah tinggi. Rasa manis pada citrus berasal dari kandungan fruktosa, sehingga tidak akan meningkatkan gula darah secara signifikan ketika dikonsumsi. Serat yang terkandung pada sitrus juga dapat membantu mengontrol gula darah anda. Citrus juga diketahui mengandung antingerin, sejenis antioksidan yang berkhasiat meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Tomat
    Tomat adalah salah satu buah-buahan yang paling populer, karena biasa disertakan dalam masakan. Namun tahukah Anda bahwa tomat ternyata memiliki banyak sekali manfaat? Mengkonsumsi jus tomat setiap hari ternyata dapat mengurangi risiko penggumpalan darah yang sering terjadi pada penderita diabetes. Penggumpalan darah merupakan satu hal yang berbahaya karena merupakan penyebab utama berbagai penyakit berbahaya seperti serangan jantung dan stroke. Tomat juga merupakan buah yang kaya akan vitamin C, vitamin E, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, tomat juga kaya akan likopen dan lutein yang merupakan antioksidan yang berkhasiat melindungi mata, ginjal dan pembuluh darah dari kerusakan akibat diabetes.
  • Yogurt rendah lemak
    Penderita diabetes perlu untuk memperhatikan berbagai agar kesehatannya tetap terjaga. Tidak hanya gula, lemak juga merupakan hal yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes. Timbunan lemak di tubuh beresiko menyebabkan tubuh tidak peka terhadap insulin.
    Yogurt rendah lemak merupakan salah satu jenis makanan yang sangat baik bagi penderita diabetes. Penelitian yang dilakukan University of Cambridge memperlihatkan bahwa konsumsi yogurt rendah lemak bisa menurunkan risiko terkena diabetes hingga 28%.
  • Kolostrum
    Kolostrum telah dikenal sebagai makanan untuk penderita diabetes karena sangat berkhasiat meningkatkan kesehatan para penderita diabetes. Telah banyak pengguna kolostrum yang terbebas dari penyakit diabetes yang dideritanya. Salah satu kolostrum terbaik di Indonesia adalah Susu C2Joy yang dipasarkan MyGoldenDuck. Susu c2joy bukan hanya dikenal sebagai makanan yang baik bagi para penderita diabetes, namun juga merupakan suplemen kesehatan yang sangat berkhasiat dalam membantu penyembuhan penyakit diabetes mellitus.
    Berikut ini adalah kesaksian salah seorang pengguna susu c2joy.