Autisme – Ciri-ciri, Penyebab, Dan Pengobatannya

Posted by on Jan 17, 2016 in Artikel Kesehatan |

Autisme merupakan suatu keadaan yang diakibatkan oleh adanya kelainan pada perkembangan sistem saraf seseorang, yang mengakibatkan gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Autisme kebanyakan diakibatkan oleh faktor keturunan dan pada beberapa kasus telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Deteksi dan terapi autisme sedini mungkin sangatlah penting dilakukan agar penderita dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.

Berikut ini adalah beberapa ciri umum penderita autisme yang perlu diketahui:

Gangguan Kemampuan Interaksi Sosial

Autisme bisa dikenali dengan gejala khas berupa ketidakmampuan berinteraksi sosial secara normal. Pada penderita autis ringan, gejala yang muncul di antaranya adalah penderita terlihat canggung saat berinteraksi dengan orang lain, sering terlihat terasing saat berkumpul bersama orang lain, dan seringkali mengeluarkan komentar yang menyinggung orang lain. Penderita autis dengan tingkat gejala yang lebih parah biasanya bahkan tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga cenderung menghindari kontak mata. Pada anak-anak, gejala autisme ini dapat terlihat dari ketidaktertarikannya pada permainan bersama serta sulit berbagi dan bermain secara bergantian.

Kesulitan Berempati

Bagi penderita autisme, memahami perasaan orang lain merupakan suatu hal yang sangat sulit. Mereka hidup dalam dunianya sendiri sehingga sulit untuk bisa berfikir dan bertindak berdasarkan sudut pandang orang lain. Penderita austisme juga biasanya mengalami kesulitan untuk mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intonasi bicara. Ketika mereka berbicara dengan orang lain, komunikasi cenderung bersifat satu arah karena mereka lebih banyak membicarakan dirinya sendiri.

Tidak Menyukai Kontak Fisik

Berbeda dengan anak-anak pada umumnya, anak penderita autisme cenderung tidak suka jika mereka disentuh atau dipeluk. Namun demikian, tidak semua menunjukkan gejala yang sama. Sebagian anak yang menderita autisme justru senang memeluk mereka yang dekat dengannya.

Tidak Suka Suara Keras, Beberapa Aroma, dan Cahaya Terang

Anak penderita autisme umumnya merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan, perubahan kondisi cahaya, dan perubahan suhu yang mendadak. Diyakini bahwa yang membuat mereka merasa terganggu adalah perubahan mendadak, sehingga mereka tidak bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bagi anak-anak dengan autisme, memberitahu mereka tentang sesuatu yang akan terjadi ternyata bermanfaat bagi mereka1.

Gangguan Bicara
Ciri-ciri autisme bisa juga Anda deteksi dengan mengetahui kemampuan bicara pada anak. Diketahui bahwa 40% dari anak-anak dengan autisme tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Sekitar 25-30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, namun sesudahnya kehilangan kemampuan berbicara. Sedangkan sisanya baru dapat berbicara setelah agak besar. Intonasi penderita autisme saat berbicara biasanya cenderung datar dan bersifat formal. Mereka juga suka mengulang kata atau frase tertentu, atau dikenal sebagai echolalia1.

Suka Tindakan Berulang
Anak autis menyukai hal yang sudah pasti sehingga mereka menikmati melakukan rutinitas yang sama terus menerus atau sering melakukan tindakan yang berulang-ulang. Adanya perubahan pada rutinitas sehari-hari akan terasa sangat mengganggu bagi mereka1. Tindakan yang berulang ini dapat bervariasi dan dikenal sebagai stimulating activities (stimming), serta biasanya menjadi suatu obsesi tersendiri bagi penderita autisme2.

Perkembangan Tidak Seimbang
Perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang, artinya perkembangannya meliputi banyak faktor dan bertahap. Sebaliknya, perkembangan pada anak-anak autis cenderung tidak seimbang: perkembangan di satu bidang terjadi dengan cepat namun terhambat di bidang lainnya. Sebagai contoh, perkembangan kemampuan kognitif terjadi dengan pesat namun kemampuan bicara masih terhambat atau perkembangan kemampuan bicara terjadi dengan pesat namun kemampuan motorik masih terhambat